
Sebanyak 23 produk/karya ilmiah siswa Sekolah Menengah Al Firdaus dipamerkan dalam STEAM Expo 2025 yang diadakan di Cerita Rasa Hall kompleks SMP-SMA Al Firdaus World Class Islamic School, Mendungan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (11/12/2025).
Karya tersebut antara lain miniatur jembatan dari stik bambu, kincir dari sirkulasi air, diorama siklus tumbuh kembang biji kacang hijau, sayur hidroponik, edukasi makanan bergizi, lampu tenaga surya, alat sederhana pengukur kesuburan tanah, hingga roket air.
Karya tersebut menjadi pemantik kreativitas dan inovasi siswa dalam memadukan Science, Technology, Engineering, Art, and Math (STEAM) bagi para siswa. Sedangkan pameran dimaksudkan untuk melatih siswa dalam menyajikan karya mereka kepada publik, diawali kepada warga sekolah dan orang tua.
Principal Sekolah Menengah Al Firdaus, Rayinda Dwi Prayogi, mengatakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan ilmiah para siswa serta membiasakan mereka menghadapi tantangan nyata di masyarakat.
Rayinda menjelaskan, kegiatan yang digelar untuk kali kedua ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya proyek lebih berdiri sendiri, tahun ini pihak sekolah mulai mengintegrasikan unit pembelajaran dengan hasil tanya-jawab dan eksplorasi yang dilakukan siswa di kelas.
“Selama satu unit pembelajaran, sekitar lima pekan, anak-anak menghasilkan sebuah produk berbasis global context yang sama untuk seluruh tingkat, yaitu scientific and chemical innovation,” ujarnya saat ditemui Espos, di sela-sela kegiatan.
Siswa diajak mengolaborasikan pengetahuan sains, teknologi, engineering, seni, dan matematika guna menciptakan sebuah karya yang tidak hanya sekadar produk, tetapi juga diuji apakah mampu menjawab permasalahan di lingkungan sekitar mereka.
“Ini menjadi challenge bagi anak-anak, apakah produk tersebut mampu mengatasi persoalan masyarakat, baik lokal maupun global,” paparnya.
