Sebongkah Cinta dari Muridku dan Rekahan Kebahagiaan

Oleh: Fatimah, S.Pd.

Guru Sekolah Menengah Al Firdaus

 

Pagi ini, 25 November 2025, matahari bersifat hangat di langit SM Al Firdaus. Anak-anak, guru, dan bapak/ibu pengurus Komite Sekolah Al Firdaus (KOSAF) berjajar rapi di barisan peserta upacara. Hari ini spesial sebab ada debar yang berbeda di dada kami. Jika biasanya kami berdiri mengawasi barisan, di peringatan Hari Guru Nasional hari ini, kamilah yang berdiri tegap di tengah lapangan. Bukan hanya sebagai pembina, melainkan sebagai petugas upacara.

 

Momen ini terasa sakral. Saat kami, para guru, mengerek bendera dan memimpin jalannya upacara, terselip sebuah pesan tanpa suara: bahwa mendidik bukan hanya tentang memberi perintah, tapi memberi teladan. Bahwa mendidik dengan hati dimulai dari kesediaan untuk melayani, bahkan dalam hal-hal sederhana seperti menjadi petugas upacara. Namun, upacara khidmat itu ternyata hanyalah pembuka dari sebuah orkestra kejutan yang tak pernah kami bayangkan. Begitu barisan dibubarkan, suasana hening pecah oleh gemuruh semangat dari siswa kelas 12: ada puisi sederhana yang dibacakan. Langit sekolah kami mendadak berwarna-warni. Kepulan smoke bomb menyeruk di udara, berpadu dengan letupan konfeti yang menghujani lapangan. Mata kami dipaksa mendongak ke atas, ke lantai 3, di mana tulisan besar terpampang nyata “HAPPY TEACHER’S DAY” 16. Lukisan spesial pun tersajikan, membuat senyum dan haru bercampur jadi satu. Kreativitas mereka luar biasa, sebuah persembahan visual yang megah.

 

Belum selesai detak jantung kami mereda, giliran OSIS dan KOMDISWA mengambil alih panggung. Mira, Sang Ketua OSIS, dan Haykal, Sang Danton KOMDISWA, maju dan membacakan puisi yang bukan sekedar kata-kata puitis, melainkan ungkapan kejujuran hati murid kepada orang tuanya di sekolah. Lalu, perhatian kami terpusat pada sebuah kotak bingkisan raksasa yang diletakkan di atas meja. Kotak itu begitu besar, didesain menyerupai kotak kado coklat raksasa, sampai-sampai harus diangkat oleh dua orang siswa.

 

Nama saya dan Bu Tari dipanggil. Kami diminta maju, berdiri di hadapan ratusan pasang mata. Dengan ragu dan penasaran, kami mendekati bingkisan “coklat” itu.

“Dibuka, Bu!,” seru para siswa.

Tangan kami perlahan membuka penutupnya.

Kotak terbuka, dan…. MasyaAllah! Kami berlonjak kaget, lalu tertawa lepas. Bukan coklat, bukan kue, tapi Arham! Ya, Arham keluar dari dalam kotak itu, tersenyum lebar sambil memegang sebuah lukisan indah.

Kejutan itu begitu jenaka namun sangat manis. Rasa kaget kami seketika berubah menjadi rasa hangat yang menjalar ke seluruh tubuh. Lukisan Itu adalah simbol, bahwa karya terbaik seorang guru adalah murid-muridnya sendiri.

 

Tak berhenti di situ, setiap guru mendapatkan “manisnya” hari ini lewat secarik kertas ucapan yang disisipi permen. Teman-teman PUSPA Holistic Integrative Care pun memberi coklat kecil dengan foto tiap guru. Sederhana, tapi rasanya lebih manis dari gula manapun.

 

Kebahagiaan kami ternyata belum usai. Melengkapi perayaan hari ini, hadir kejutan istimewa dari para orang tua siswa dan KOSAF. Tumpeng indah terjadi di hadapan kami. Kehadiran tumpeng ini bukan sekadar pelengkap hidangan, melainkan simbol doa, rasa syukur, dan sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua. Rasanya begitu menenangkan mengetahui bahwa kami tidak berjalan sendiri; ada orang tua hebat yang selalu menyertai langkah kami.

 

Syukur, Alhamdulillah. Terima kasih anak-anakku. Terima kasih KOMDISWA, OSIS, KOSAF, grade 12, dan seluruh orang tua murid. Hari ini kalian mengajarkan kami sesuatu yang sederhana. Bahwa kegemasan kami di kelas, teguran kami saat kalian salah, dan nasihat-nasihat panjang kami, semuanya terserap dan kembali dalam bentuk HATI YANG TERDIDIK. Melakukan sesuatu menggunakan hati.

 

Hadiah lukisan, smoke bomb, kejutan Arham hingga tumpeng yang lezat memang luar biasa. Namun, kami tahu satu hal: cinta kalian melebihi hadiah besar yang kalian berikan. Di SM Al Firdaus, kami berusaha mendidik dengan hati dan hari ini, kalian membuktikan bahwa apa yang disampaikan dengan hati, akan mengena dan kembali ke hati kami dengan utuh, bahkan berlipat ganda.

 

Happy Teacher’s Day untuk kita semua.