Perjalanan Dua Dekade Membersamai Al Firdaus

Oleh: Wahidin Azhari, S. Pd. I.

Tenaga Pendidik

 

Sejak pertama kali saya bergabung dengan Al Firdaus pada tahun 2006, saya merasakan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh semangat belajar. Saat itu, saya ditempatkan di jenjang SD dan mendapat amanah untuk mengajar mata pelajaran AAT (Akidah Akhlak dan Tarikh) serta Fiqih di kelas kecil (kelas 1, 2, 3). Kemudian berganti kelas di tahun berikutnya di kelas atas (kelas 4, 5, 6).  Begitu terus bergantian dengan guru agama lainnya. Setiap hari saya belajar banyak hal dari siswa, rekan guru, juga budaya sekolah yang selalu menjunjung nilai-nilai Islam dan karakter. Lingkungan sekolah yang humanis dan penuh kepedulian membuat saya merasa tumbuh bersama murid-murid yang saya dampingi. 

 

Selama mengajar di SD, saya melihat bagaimana nilai-nilai Al Firdaus tertanam kuat dalam aktivitas harian siswa. Saya tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga berusaha memberikan teladan tentang akhlak, kedisiplinan, dan rasa ingin tahu. Setiap interaksi kecil di kelas maupun di luar kelas menjadi bagian dari perjalanan saya membangun kecintaan siswa terhadap ilmu dan adab. Itulah pengalaman yang membuat saya semakin yakin bahwa pendidikan adalah proses membentuk hati sebelum mengembangkan pengetahuan.

 

Pada tahun 2018, saya mendapat kesempatan baru untuk berpindah ke jenjang SMP. Di sini, saya mengajar tahfidz dan mendampingi para remaja yang sedang tumbuh dengan berbagai tantangan dan potensi yang luar biasa. Mengajarkan Al-Qur’an di jenjang ini membawa kesan yang sangat mendalam. Mendengar lantunan ayat dari bibir para siswa, melihat usaha mereka dalam menghafal, serta menyaksikan perkembangan spiritual mereka menjadi kebahagiaan tersendiri bagi saya sebagai pendidik.

 

Perjalanan saya berlanjut hingga pada tahun 2023, ketika saya kembali diberi amanah baru, yaitu mengajar mata pelajaran sesuai passion saya yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP. Tugas ini terasa sebagai bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus membimbing siswa memahami agama secara lebih komprehensif dan relevan dengan kehidupan mereka. Setiap kelas menjadi ruang refleksi bersama, tempat kami berdiskusi, belajar, dan memperkuat karakter.

 

Tahun ini insyaallah Al Firdaus bersiap kembali menghadapi proses otorisasi IB. Di momen penting ini, saya berharap Al Firdaus dapat terus mempertahankan identitasnya sebagai sekolah Islam yang modern, humanis, dan berwawasan global. Saya yakin dengan kerja sama seluruh keluarga besar Al Firdaus, sekolah ini akan mampu meraih otorisasi dengan hasil terbaik dan terus menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan lainnya.

 

Setelah hampir dua dekade membersamai Al Firdaus, saya juga memiliki harapan untuk diri saya sendiri. Saya ingin terus belajar, berkembang, dan memperkuat kompetensi agar dapat memberikan yang terbaik bagi siswa. Saya berharap dapat menjadi pendidik yang semakin bijaksana, sabar, dan penuh manfaat.

 

Semoga perjalanan ini terus menjadi ladang amal dan kesempatan untuk menebar kebaikan bagi generasi masa depan bersama Al Firdaus, dan sebagaimana lirik lagu dari Mars Al Firdaus, Surga Firdaus Tujuannya menjadi kenyataan, aamiin.