
Esposin, SOLO — Sekolah Al Firdaus menggelar MYPX-ABEX 2026 (Personal Project Exhibition & Al Firdaus Business Expo) di Monumen Pers Nasional, Senin (16/2/2026). Kegiatan yang turut dihadiri orang tua siswa ini menjadi ajang unjuk karya sekaligus ruang apresiasi terhadap potensi dan kreativitas peserta didik.
Principal Middle Years Programme (MYP)-HS Al Firdaus, Rayinda Dwi Prayogi, menjelaskan bahwa kegiatan Middle Years Exhibition tersebut merupakan agenda tahunan sekolah. Personal Project Exhibition diperuntukkan bagi siswa kelas 10 dan 11 SMA, sementara Al Firdaus Business Expo diikuti siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP.
Menurut Rayinda, kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Unit 1 semester 2 dengan global context globalization and sustainability. Seluruh proses pembelajaran pada konteks tersebut kemudian ditutup dengan perayaan karya siswa dalam bentuk pameran terbuka.
“Personal project ini berbasis pada minat dan bakat siswa yang diwujudkan dalam sebuah produk yang berdampak bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya. Sementara Business Expo mengajarkan nilai-nilai kewirausahaan dengan penguatan fondasi keislaman yang kuat,” jelasnya saat ditemui di lokasi acara.
Antusiasme juga datang dari para orang tua. Salah satu wali murid SMA Al Firdaus, dr. Nadjibah Yahya, menilai MYPX-ABEX sebagai kegiatan luar biasa dalam mengasah potensi dan daya pikir kritis siswa. Ia menyebutkan pendekatan berbasis proyek seperti ini bahkan sudah dikenalkan sejak jenjang SD, sehingga rasa ingin tahu anak terus terasah hingga SMA.
“Saya melihat semakin ke jenjang SMA, kematangan berpikirnya semakin terlihat. Anak-anak tidak lagi ingin membuat produk yang tidak memiliki manfaat,” ujarnya.
Para siswa SMA dan SMP Al Firdaus memamerkan produk mereka dalam acara MYPX-ABEX 2026 di Museum Pers Solo, Senin (16/2/2026). (Espos/Bayu Jatmiko Adi)
Dalam kesempatan tersebut, putrinya mempresentasikan proyek di bidang kesehatan berupa alat bantu pelatihan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP). Ia menjelaskan, alat manekin standar untuk latihan CPR bisa mencapai harga sekitar Rp100 juta. Namun melalui inovasinya, sang anak mampu membuat alternatif manekin dari bahan bekas dengan biaya sekitar Rp100.000.
“Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan kepedulian, siswa bisa menghadirkan solusi yang lebih terjangkau namun tetap fungsional,” tambahnya.
Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Narya, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai MYPX-ABEX menjadi wadah strategis dalam memupuk minat, bakat, serta jiwa kewirausahaan siswa.
“Melihat antusiasme siswa yang luar biasa, kegiatan ini benar-benar menjadi ruang pengembangan potensi. Ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain,” ujarnya.
Melalui MYPX-ABEX 2026, Sekolah Al Firdaus kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis proyek yang relevan, kontekstual, serta mendorong lahirnya generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing.
