
Oleh: Neni Rohaeni, S. Pd.
Home Room Teacher PYP Elementary Al Firdaus
Selain negaraku, dunia pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Ya, begitu banyak dan viralnya kejadian-kejadian yang berkaitan dengan guru bermasalah dengan muridnya. Mau dengan cara apa kalian melihatnya, bahkan dari sekian juta komentar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan memenuhi kolom-kolom status dan video yang begitu mudahnya untuk dibagikan ulang, seolah semua itu tidak ada akibatnya.
Bisa apa? Hanya bisa diam dan tetap fokus saja dengan waktu yang terus berjalan. Biarkan saja, air yang keruh itu lama-lama akan jernih dengan sendirinya. Sebagai pribadi seorang guru, itu melukai hati kami. Hal itu tidak akan pernah bisa terbayar dengan apa pun, entah dengan segenap tenaga, jiwa, dan pengorbanan waktu yang tidak ada habisnya.
Guru, sosok yang sebenarnya ada pada setiap jiwa yang bernyawa. Hal yang membedakan hanya terdapat pada sudut pandang masing-masing orang saja. Namun, yang menjadi guru di Al Firdaus hanya mereka yang mampu bertahan dengan segala perubahan saat sedang membersamai anak didiknya dalam berproses. Tidak hanya itu, menjadi guru di Al Firdaus perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan cepat belajar dengan segala tantangan yang ada. Dengan segala bentuk tantangan dan proses luar biasa yang pernah saya alami, khususnya menjadi seorang Home Room Teacher, sangat menguras hati dan pikiran. Iya, betul sekali, rasa bahagia yang kemudian membuat terurai air mata dan rasa duka yang berkecamuk dalam hati dan jiwa, seolah bingung dan resah dengan segala permasalahan yang terjadi dan merasa gagal jadi seorang guru. Namun, dengan segala kekuatan, kolaborasi dengan rekan dan dengan bantuan doa kepada Allah Yang Maha Kuasa, apa yang kita pikirkan dengan berlebihan ternyata semua baik-baik saja.
Tidak mudah membangun sebuah komunikasi yang baik, membina rasa percaya dengan orang tua wali murid, dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan setiap harinya. Hal itu menjadi tantangan terbesar menjadi guru khususnya di Al Firdaus. Dengan segala proses yang harus dilewati dengan baik, dengan keterampilan setiap guru, dengan hasil kolaborasi bersama rekan dan pengalaman menjadi guru, tentunya semua akan teratasi dengan baik.
Tidak ada yang membuat mundur satu langkah pun saat sudah memutuskan untuk menjadi seorang pendidik. Namun, dengan berjalannya waktu terkadang sesekali rasa ingin menyerah itu tetap ada tetapi siapa yang menguatkan, wajah-wajah yang penuh dengan masa depan penuh harap dan mereka yang selalu menunggu kedatangan kita. Dari merekalah, saya pribadi bisa menjadi guru yang terus belajar memperbaiki diri. Saat terjadi permasalahan, mereka mengajarkan saya untuk bisa lebih sabar, tetap tenang, dan harus mampu menyelesaikan dengan sebaik-baiknya. Tetaplah menjadi guru-guru yang menginspirasi dan menjadi guru yang terus berkembang sesuai zaman.
