cara membuat bakwan

Bocah-bocah Ini Antusias Kunjungi Terminal Tirtonadi Solo, Belajar Kenali Tranportasi Publik

Cantika Makaila (5) terus mengamati sejumlah papan informasi yang ada di Terminal TirtonadiSolo

Sejurus kemudian, sejumlah sudut terminal tipe A ini dia hampiri bersama teman-temannya.

Mulai dari papan informasi hingga mempraktikkan cara memasuki terminal melewati mesin e-gate.

“Ini apa, ya?” tanya Cantika.

“Ini namanya mesin e-gate. Kalau mau masuk ke terminal, harus lewat sini dulu,” terang gurunya sabar menerangkan.

Cantika dan teman-temannya dari Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus, Solo, siang itu, memang mengunjungi Terminal Tirtonadi.

Mengikuti komando guru, puluhan anak TK A dari tiga rombongan belajar itu rapi berbaris.

Mereka mengikuti langkah guru-gurunya dan petugas terminal.

“Saya senang main di sini. Banyak kendaraan, bagus-bagus,” terang Cantika.

Waka Kurikulum TPP Al Firdaus, Tri Hastawati, menjelaskan kunjungan tersebut telah lama diagendakan.

Mengunjungi terminal mampu merangsang saraf motorik siswa agar tumbuh baik.

Menurutnya, perlu ada pengenalan tentang berbagai transportasi publik kepada para siswa tersebut.

“Kami kenalkan nyamannya transportasi publik yang ada. Dengan begitu, anak-anak akan memiliki memori yang baik dan tidak antipati terhadap transportasi massal setelah dewasa,” jelasnya. (*)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Adakan Media Trip ke TPP Al Firdaus Surakarta

Taman Pendidikan Prasekolah Al Firdaus menerima kunjungan tim media dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Kamis (29/12) siang. Media Trip tersebut merupakan salah satu program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk melakukan kunjungan ke Kota Ramah Anak di Indonesia.

Tim media yang berkunjung ke TPP Al Firdaus terdiri dari 12 orang wartawan dari berbagai media massa nasional, diantaranya Kompas, Antara, Majalah Parenting, Metro TV, dan Berita Satu. Amel,  Staff Badan Pemberdayaan Masyarakat, KB, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak Pemerintah Kota Solo yang mendampingi media trip tersebut menjelaskan, “Dari kementrian mengundang teman-teman media untuk mengunjungi Kota Ramah Anak di Indonesia, salah satunya Solo. Sebelumnya tim media ini sudah ke Denpasar dan setelah dari Solo lanjut ke Surabaya.”

 

TPP Al Firdaus yang merupakan sekolah ramah anak dipilih sebagai salah satu tujuan media trip. Tim media disambut oleh para guru dan staff TPP Al Firdaus dan selanjutnya berkeliling melihat ruang-ruang kelas serta media-media belajar di TPP. Supri Etika Anggraini, guru TPP Al Firdaus memberikan penjelasan kepada tim media mengenai TPP yang merupakan sekolah ramah anak. “Kami menerapkan beberapa metode pembelajaran, salah satunya keteladanan. Jadi kami tidak hanya berbicara saja tetapi kami mencontohkan hal-hal baik yang seharusnya dilakukan. Kami dan anak-anak bersama-sama belajar dan saling mengingatkan,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, tim media antusias berkeliling ke ruang-ruang kelas TPP bahkan mencoba beberapa permainan yang biasa digunakan sebagai media belajar anak-anak. Novi Sri Pudiyasrini, humas TPP Al Firdaus menyambut baik kegiatan media trip tersebut. “Meski hanya singkat, kunjungan ini semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang sekolah ramah anak, tentang TPP, harapannya melalui teman-teman media, informasi bisa tersebar luas sehingga sekolah ramah anak semakin banyak. Utamanya TPP Al Firdaus semoga bisa menjadi sekolah percontohan ramah anak yang baik dan lebih baik lagi,” Novi mengakhiri.

Kelas Inspirasi TPP Al Firdaus: Belajar Memasak ala Chef Satrio

Dalam rangka menyambut Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 28 Februari, Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus mengadakan Kelas Inspirasi dengan menghadirkan seorang chef (ahli memasak). Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (24/2) pagi di halaman TPP Al Firdaus.

 

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan profesi chef dan yang penting untuk mengedukasi anak-anak tentang menu sehat, halal dan bergizi, serta edukasi bersih sehat sebelum-selama-sesudah memasak,” Novi Sri Pudiyas Rini, humas TPP Al Firdaus menjelaskan.

 

Satrio, chef yang diundang, melakukan praktek memasak di depan anak didik TPP Al Firdaus yang berjumlah sekitar 170 anak, yang terdiri dari anak TK A, TK B dan playgroup. “Hari ini saya memasak kanape, semacam sandwich yang sudah dipotong-potong sehingga bisa dimakan sekali suap,” Satrio menjelaskan.

 

Anak-anak TPP Al Firdaus mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Mereka memperhatikan penjelasan dari chef Satrio yang sedang memasak. “Makanan yang bergizi itu harus mengandung tiga zat yaitu karbohidrat, vitamin dan protein. Masakan kita pagi ini sudah komplit, karbohidrat dari roti, vitamin dari sayur dan protein dari daging,” Satrio menjelaskan sambil memasak.

 

Di akhir kegiatan, anak-anak makan bersama kanape yang sudah dimasak oleh chef Satrio. Hamid Zakaria Hasani, salah satu murid TPP Al Firdaus yang duduk di kelas TK A mengaku senang dengan kegiatan ini. “Aku mau minta lagi makanannya, kurang banyak,” ujarnya sambil mendekati meja masak.

 

“Kegiatan akan dilaksanakan lagi pada hari Sabtu (25/2), dengan menu sehat yang berbeda, yaitu rogut.  Anak–anak playgroup hari Sabtu dan anak-anak kelas sosialisasi, akan menjadi peserta dalam praktek memasak bersama chef Satrio hari kedua,” Novi mengakhiri.

Anak Didik TPP Al Firdaus Ikuti Manasik Haji di Asrama Haji Donohunan

Sejumlah 203 anak didik Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus melakukan kegiatan manasik haji di Asrama Haji Donohudan. Kegiatan tersebut dilaksanakan Kamis (2/2) pagi. Manasik haji anak didik TPP merupakan kegiatan yang dilakukan setiap dua tahun sekali.

Manasik haji ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada anak dalam melaksanakan ibadah haji. Novi Sri Pudiyasrini, Humas TPP Al Firdaus menjelaskan, “Selain memberi edukasi dini tentang haji, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan motivasi kepada anak agar dapat melaksanakan rukun islam kelima kelak jika mereka sudah mampu, sekaligus untuk menumbuhkan rasa bangga menjadi seornag muslim yang mempunyai peribadatan yang agung.”

Anak-anak melakukan manasik haji sesuai dengan rukun haji dan dipandu oleh guru-guru TPP Al Firdaus yaitu Boni Eli Saputra, Arya Dwi Warseto, dan Joko Supriyanto. “Tadi anak-anak melakukan rukun haji sesuai urutan, datang pagi di Musdhalifah, Lempar Jumrah, Thawaf, sholat di Maqam Ibrahim, wukuf, sa’i, dan tahalul,” Boni menjelaskan.

Anak didik TPP dibagi ke dalam tiga kelompok saat melakukan manasik, yakni kelompok playgroup, kelompok TK A, dan kelompok TK B. Ketiga kelompok melakukan manasik secara bergantian. Pertama kelompok playgroup menyelesaikan setiap tahapan rukun haji, kemudian kelompok TK A dan terakhir kelompok TK B.

 

“Dengan diadakannya manasik untuk anak-anak ini, semoga tertanam sejak dini cita-cita untuk berhaji serta semoga kelak anak-anak mampu melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya, begitupun dengan guru-gurunya,” Novi mengakhiri.

TPP Al Firdaus Kenalkan Mainan Tradisional

Solo – Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) Al Firdaus Surakarta menggelar pengenalan mainan tradisional di halaman sekolah setempat, Solo, Jumat (13/5). Permainan tradisional yang diperkenalkan, diantaranya adalah bakiak batok, dakon, lompat tali, dan sebagainya.

“Supaya anak-anak tidak asing dan mengenal, sekaligus melestarikan permainan tradisional,” jelas Humas TPP Al Firdaus Surakarta, Novi Sri Pujiyas Rini kepada wartawan, di sela-sela pengenalan permainan tradisional.

Novi mengatakan, pengenalan itu diikuti sebanyak 170 siswa, baik jenjang kelompok bermain maupun taman kanak-kanak. Dengan dikenalkan pada permainan tradisional, diharapkan anak-anak bisa mengenal dan melestarikannya.

“Jadi biar anak-anak itu tidak hanya mengenal gadget saja, melainkan juga mengenal permainan tradisional. Karena seiring perkembangan jaman ini, anak-anak mulai tidak mengenal apa itu permainan tradisional,” ujar Novi.

Sementara itu, dalam mengenalkan mainan tradisional ini, menurut Novi, TPP Al Firdaus Surakarta bekerjasama dengan Komunitas Anak Bawang.

Murid TPP Al Firdaus Belajar Mengenal Kereta Api

Naik Kereta Api Tut…Tut…Tut…Lagu yang berjudul Kereta Api (KA) tersebut senantiasa dinyanyikan oleh anak-anak yang merupakan murid dari Taman Pendidikan Prasekolah (TPP) TK A dan B Al Firdaus Surakarta saat naik KA Bathara Kresna. Sekitar 180 murid TPP TK A dan B Al Firdaus Surakarta naik KA Bathara Kresna dari Stasiun Purwosari sampai ke Stasiun Kota Sangkrah Kamis, (21/1). Dalam perjalanan tersebut, murid-murid yang didampingi oleh gurunya terlihat sangat ceria dan senang ketika masinis mulai menjalankan KA Bathara Kresna.

Salah satu murid TPP TK A Al Firdaus Surakarta, Naufal Maresa mengatakan, dirinya baru pertama kali naik KA Bathara Kresna. Saat menginjakkan kaki di atas KA Bathara Kresna, Naufal langsung berteriak dan tertawa. Bergegas ia duduk di kursi yang disediakan. Bahkan Naufal sempat bertanya kepada gurunya sehingga mengundang banyak tawa. “Kalau sopir KA laki-laki namanya masinis, tapi kalau sopirnya perempuan apa disebut mbaksinis,” tanya Naufal dengan nada yang lucu.

Sementara itu, Guru TK A yang juga sebagai Humas TPP TK Al Firdaus, Novi Sri Pujiyas Rini mengatakan, kegiatan naik KA Bathara Kresna ini sebagai sarana untuk mengenalkan alat transportasi kepada anak-anak khususnya KA. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan murid-murid wawasannya tentang KA bisa bertambah. Pasalnya dalam kegiatan ini, ketika sampai di Stasiun Purwosari, anak-anak terlebih dahulu mendapatkan pengarahan dari petugas KA, kemudian anak-anak antri membeli tiket, lalu masuk pintu peron, kemudian anak dikenalkan dengan lingkungan stasiun dan perlengkapan serta semboyan dan simbol hingga mengenal Petugas Pengatur KA. Kemudian KA Bathara Kresna datang, dan anak-anak naik beserta dengan penumpang umum lainnya.

“Jadi ini anak-anak benar-benar diajarkan bagaimana cara naik KA, lalu ketika di dalam KA sikapnya bagaimana dan supaya mengenal petugas KA, mengenal tanda kalau KA lewat atau datang dan sebagainya. Karena naik KA bersama orangtua masing-masing, bisa jadi untuk beli tiket tidak dilakukan si anak, namun orangtua yang membelikan,” kata Novi. Dwi Hastuti